UKM Bahasa Arab AL MUJADDID

Al-Mujaddid merupakan sebuah UKM yang perjalanannya telah mengalami berbagai dinamika. Jika dilihat dari periodesasi sejarah maka akan terbagi menjadi tiga fase. Fase pertama adalah fase awal. Dimana sebelum tahun 2003 sebuah UKM di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang bergerak dalam bidang bahasa arab, yang bernama AlKhamra yang berarti “merah”.
Beberapa periode setelahnya, masuklah di fase kebangkitan. Yakni mulai hadir beberapa mahasiswa yang cinta bahasa arab. Kecintaan mereka pada bahasa arab merubah semuanya. Mereka mencoba menghidupkan kembali UKM bahasa arab yang telah lama mati. Hingga ditahun 2007 Ust. Arif Rahman Purwoko (Mahasiswa HI 2006) bersama rekan-rekannya, yang salah satunya pernah menjadi pembina UKM Al Mujaddid UMY yaitu Ust. Naufa Ahmad Rijaul Alam kembali menghidupkan Al Khamra menjadi sebuah organisasi yang mengembangkan bahasa arab dan menggantikan nama Al-Khamra menjadi AlMujaddid.

Al-Mujaddid, yang memiliki arti “pembaharuan”, menjadi nama pengganti bagi UKM Al-Khamra yang telah lama mati. Dengan maksud untuk memperbaharui UKM Al-Khamra dengan semangat dan prestasi yang baru lagi. UKM Al-Mujaddid akhirnya dilantik pada tanggal 28 November 2007 oleh Pak Hilman Latief dan secara resmi telah mendapat SK dari Rektor UMY kala itu yakni Bapak Dr. H. Khoirudin Bashori.

Perjuangan berlanjut sampai ke fase berkembang yaitu dimana ustadz Ridwan yang menjadi ketua UKM Al-Mujaddid. Pada masa beliau, Al-Mujaddid, cukup aktif dikancah regional maupu nasional, terutama dalam perlombaan bahasa Arab. pada kepemimpinan Ust. Ridwan ini Al-Mujaddid difokuskan kepada pengembangan bahasa Arab saja. Yang semuanya dibantu oleh ustadzah Ana, yang merupakan dosen jurusan PBA sebagai pembimbing lapangan dalam proses pembinaan anggota Al-Mujaddid, dan sampai sekarang beliau masih setia mendampingi kawan-kawan Al-Mujaddid.

Setelah masa kepemimpinan Ust. Ridwan, diganti oleh Ust. Fitra dan Irfan. Pada masa kepemimpinan mereka, Al-Mujaddid sempat vakum, tapi juga pernah mengadakan lomba dibawah PIMNAS. Tombak kepemimpinan mereka bergilir ke Ust. Maulana dan Tatang, yang pada masa kepemimpinan mereka, mulai disusun kembali keorganisasian Al-Mujaddid, serta pembentukan beberapa divisi, seperti: BPH, pengajaran, inventaris dan kominfo, Pada masa kepemimpinan mereka juga Al-Mujaddid aktif kembali dalam mengikuti berbagai perlombaan. Tombak kepemimpinan dilanjutkan oleh Ust. Mahfud dengan melanjutkan kepemimpinan sebelumnya dan menambah berbagai program kerja yang menunjang. Lalu dilanjutkan oleh Ust. Yusuf. Pada masa kepemimpinan beliau, divisi, inventaris dihapuskan dan diganti dengan divisi seni dan budaya. Dilanjutkan oleh Ust. Zidny dan Fauzan yang menambahkan divisi kaderisasi ke dalam struktur kepengurusan.